Bismillahirrahmaanirrahiim..
10-11-12
Kata banyak orang itu tanggal cantik. Banyak orang yang mengejar tanggal ini sebagai tanggal pernikahan, persalinan, maupun acara-acara spesial lainnya biar mudah untuk diingat.Tak heran jika banyak undangan pernikahan hari ini. Yah, kalau mau dijadiin tanggal pernikahan, sudah lewat donk yah..apa lagi tanggal persalinanan..jauuuh...hehe..Tapi saya percaya, jika semua tanggal itu baik, entah mau tanggal berapa pun itu.
Mari balik ke fokus awal, tulisan ini bukan untuk membahas tanggal berapa yang cocok atau baik untuk pernikahan, bukan sodara-sodara..Ingatkah kita kalau tanggal 10 November 2012 itu hari apa??Apa...hari Sabtu??Yup, benar sekali..upss, bukan itu maksudnnya, tanggal 10 November itu adalah Hari Pahlawan.
Hari pahlawan merupakan hari yang diperingati untuk mengingatkan kita pada jasa-jasa para pahlawan yang telah membela bangsa negara ini. (read:definisi sendiri, tidak bisa dijadikan referensi). Namun, hanya sebatas itu kah yang disebut pahlawan? No..no..(lagi-lagi menurut saya sendiri) pahlawan tidak hanya mereka yang dulu melakukan peperangan melawan para penjajah saja.Orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain pun merupakan pahlawan, pastinya menurut masing-masing individu.
Bagi saya, pahlawan dalam hidup saya adalah kedua orang tua saya. Karena merekalah yang rela mengorbankan harta bahkan jiwa mereka untuk kebaikan anak-anaknya. Oleh karena itu, i just wanna say, "Selamat Hari Pahlawan untuk Ayah dan Ibu..."^__^
*kalimat terakhir sms ayah pagi ini.."..tetap semangat..."
Sabtu, 10 November 2012
Rabu, 07 November 2012
Pengantar di November
Bismillahirrahmaanirrahiim
Memutuskan untuk menekuni profesi yang sudah dipilih sekarang berarti juga seharusnya-lah mendapati diri untuk terus mengingat pada kematian. Sejatinya, profesi ini merupakan salah satu profesi yang paling dekat dengan kehidupan dan kematian.
Baru saja bertemu dengan pasien yang ketika ditanya tentang apa penyakitnya, ia menjawab dengan baik (standar pasien). Namun, hanya selang beberapa jam, sudah harus menyatakan waktu kematiannya. Begitu tiba-tiba kematian itu datang menghampiri, tinggal kita saja yang harus selalu siap saat menyambutnya. Karena kematian itu pasti, bukan hal yang mungkin.
*disela-sela menunggu datangnya pasien, berharap semua masyarakat Bungo sehat wal afiat..sehingga tidak perlu datang ke IGD..:D
Memutuskan untuk menekuni profesi yang sudah dipilih sekarang berarti juga seharusnya-lah mendapati diri untuk terus mengingat pada kematian. Sejatinya, profesi ini merupakan salah satu profesi yang paling dekat dengan kehidupan dan kematian.
Baru saja bertemu dengan pasien yang ketika ditanya tentang apa penyakitnya, ia menjawab dengan baik (standar pasien). Namun, hanya selang beberapa jam, sudah harus menyatakan waktu kematiannya. Begitu tiba-tiba kematian itu datang menghampiri, tinggal kita saja yang harus selalu siap saat menyambutnya. Karena kematian itu pasti, bukan hal yang mungkin.
*disela-sela menunggu datangnya pasien, berharap semua masyarakat Bungo sehat wal afiat..sehingga tidak perlu datang ke IGD..:D
Rabu, 24 Oktober 2012
Kurban Apa Kita??
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Dua hari lagi tanggal 10 Dzulhijah 1433H, itu artinya Hari Raya Idul Adha, atau dikenal juga dengan Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji.
Kali ini tulisannya tidak akan membahas bagaimana sejarah Nabi Ibrahim As yang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ismail As yang kemudian digantikan dengan seekor lembu, atas izin Allah.Sekedar tulisan pengingat diri, yang memang selalu perlu "Reminder Alarm" tentang makna berkurban itu sendiri.
Sudahkah kita berkurban tahun ini??
Kurban apa kita???
Unta??
Sapi??
Kambing??
Atau masih kurban perasaan??hehe...:p
Coba lihat apa yang sering kita pegang dan bawa kemana-mana!!
Handphone, smartphone, i-phone yang harganya jutaan rupiah. Tapi untuk berkurban maksimal 1,5 juta saja susahnya minta ampun.
Setiap hari kita selalu menatap ke layar monitor yang harganya pun paling murah 3 jutaan, bagaimana dengan berkurban yang hanya keluar maksimal 1,5 juta tadi..berat sekali cyiiinnn...
Harusnya saya malu donk, bawa gadget mahal kemana-mana, tapi beli kambing/sapi saja tidak sanggup..
Harusnya saya malu donk, ngaku anak gaul, tapi tidak ikut berkurban..
Harusnya saya malu donk, kemana-mana naik mobil/ motor, tapi buat beli kendaraan akhirat masih hitung-hitungan..
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. Al-Hajj:37)
*hari ini juga bertepatan dengan Hari Dokter Nasional, 24 Oktober 2012.. Selamat Hari Dokter untuk semua dokter dimana pun berada..Semangat menebar kebaikan dan keramahan...!!!
Dua hari lagi tanggal 10 Dzulhijah 1433H, itu artinya Hari Raya Idul Adha, atau dikenal juga dengan Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji.
Kali ini tulisannya tidak akan membahas bagaimana sejarah Nabi Ibrahim As yang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ismail As yang kemudian digantikan dengan seekor lembu, atas izin Allah.Sekedar tulisan pengingat diri, yang memang selalu perlu "Reminder Alarm" tentang makna berkurban itu sendiri.
Sudahkah kita berkurban tahun ini??
Kurban apa kita???
Unta??
Sapi??
Kambing??
Atau masih kurban perasaan??hehe...:p
Coba lihat apa yang sering kita pegang dan bawa kemana-mana!!
Handphone, smartphone, i-phone yang harganya jutaan rupiah. Tapi untuk berkurban maksimal 1,5 juta saja susahnya minta ampun.
Setiap hari kita selalu menatap ke layar monitor yang harganya pun paling murah 3 jutaan, bagaimana dengan berkurban yang hanya keluar maksimal 1,5 juta tadi..berat sekali cyiiinnn...
Harusnya saya malu donk, bawa gadget mahal kemana-mana, tapi beli kambing/sapi saja tidak sanggup..
Harusnya saya malu donk, ngaku anak gaul, tapi tidak ikut berkurban..
Harusnya saya malu donk, kemana-mana naik mobil/ motor, tapi buat beli kendaraan akhirat masih hitung-hitungan..
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. Al-Hajj:37)
*hari ini juga bertepatan dengan Hari Dokter Nasional, 24 Oktober 2012.. Selamat Hari Dokter untuk semua dokter dimana pun berada..Semangat menebar kebaikan dan keramahan...!!!
Senin, 22 Oktober 2012
Baiti Jannati
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Hmmm...menghirup udara pagi (kembali) di rumah sendiri itu merupakan nikmat yang luar biasa. Inilah mungkin salah satu hal yang disebut bahagia itu sederhana. Cukup bangun tidur di kamar sendiri, makan sarapan masakan ibu (walau cuma mie goreng), buka laptop bareng ayah, bercanda dengan abang n ayuk, bertengkar dengan adik, bisa membuat hati bahagia. Perjalanan yang ditempuh selama lebih kurang 14 jam (normal 12 jam) tak tersisa rasa lelah.
Yup, saya sekarang berada di rumah..
Welcome Home...
Home Sweet Home...
Baiti Jannati...
I really agree with this quote, "No Place Like Home"
^___^
Hmmm...menghirup udara pagi (kembali) di rumah sendiri itu merupakan nikmat yang luar biasa. Inilah mungkin salah satu hal yang disebut bahagia itu sederhana. Cukup bangun tidur di kamar sendiri, makan sarapan masakan ibu (walau cuma mie goreng), buka laptop bareng ayah, bercanda dengan abang n ayuk, bertengkar dengan adik, bisa membuat hati bahagia. Perjalanan yang ditempuh selama lebih kurang 14 jam (normal 12 jam) tak tersisa rasa lelah.
Yup, saya sekarang berada di rumah..
Welcome Home...
Home Sweet Home...
Baiti Jannati...
I really agree with this quote, "No Place Like Home"
^___^
![]() |
| it's called HOME |
Sabtu, 22 September 2012
7 Doctors, The Next 5 Stars Doctor..
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Kali ini ingin berbagi tentang teman2 sejawat dalam menjalani kehidupan sebagai coass a.k.a dokter muda selama lebih kurang 1,5 tahun. Waktu yang cukup untuk mengenal sifat, karakter, kebiasaan, hobi, bahkan hal-hal unik lainnya yang tidak ditemukan selama menyandang gelar mahasiswa kedokteran.
Ok, saya mulai dari chief (ketua,red) kelompok kami.
Kali ini ingin berbagi tentang teman2 sejawat dalam menjalani kehidupan sebagai coass a.k.a dokter muda selama lebih kurang 1,5 tahun. Waktu yang cukup untuk mengenal sifat, karakter, kebiasaan, hobi, bahkan hal-hal unik lainnya yang tidak ditemukan selama menyandang gelar mahasiswa kedokteran.
Ok, saya mulai dari chief (ketua,red) kelompok kami.
Sabtu, 15 September 2012
Ada yang Salah
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Lagi heboh mengenai pemberitaan di salah satu stasiun TV swasta yang secara tidak langsung mengatakan kalau Rohis (Kerohanian Islam) di sekolah-sekolah umum merupakan tempat perekrutan teroris-teroris muda. Astaghfirullah..sungguh fitnah yang sangat menyinggung kalangan aktivis rohis, baik yang masih bergelut di dunia rohis maupun yang sudah menjadi "alumni" rohis.
Sebenarnya, saya sangat prihatin dengan kondisi sekarang. Para orang tua sangat khawatir bila anak-anak mereka aktif di kegiatan Islam. Kalau dulu sebelum marak-maraknya teroris, mereka takut jika anaknya ikut ke dalam aliran-aliran keagamaan yang sesat. Namun, setelah heboh masalah teroris, kenapa yang menjadi sasaran ke-buruksangka-an mereka adalah para anak-anak rohis.
Inilah keanehan yang cukup mengusik hati saya, ada apa dengan orang tua sekarang? Bukankah mereka berharap anak-anaknya sholeh dan sholeha?
Tetapi kenapa..
Mereka lebih merasa tenang saat anak-anak mereka izin keluar untuk pergi ke acara ulang tahun di Mall bersama teman-temannya, daripada pergi ke acara majelis taklim di masjid.
Mereka lebih merasa tenang, jika anak-anak mereka pergi berdua-duaan dengan lawan jenis (read:pacar) daripada pergi bersama dengan temannya yang berjilbab maksimal atau yang berjenggot tipis dan celana gantung.
Mereka lebih senang memberikan uang mereka jika anaknya meminta untuk keperluan les/kursus musik atau tari, daripada memberikan uangnya saat anak-anak mereka meminta untuk membantu acara keislaman yang akan diselenggarakan oleh kegiatan kerohanian Islam anak-anak mereka.
Mereka lebih bangga jika anak-anaknya menjuarai lomba band atau boy/girlband, daripada saat anak mereka bisa baca Al-quran atau bahkan menghafal Al-Quran.
Mereka juga lebih suka melihat anak-anak mereka memakai baju dengan tangan dan kaki terbuka, daripada saat anak-anak mereka mengenakan pakaian tertutup rapat.
Naudzubillah, sungguh pasti ada yang salah. Harus mulai dari mana dan dari siapa untuk merunut sumber kesalahan ini?
*sekadar tulisan evaluasi untuk diri agar bisa bersiap untuk menjadi orang tua yang menjadikan Allah sebagai tujuan, Rasulullah sebagai panutan, Al-Quran sebagai pedoman...insyaAllah..aaamiin Ya Rabb..
Lagi heboh mengenai pemberitaan di salah satu stasiun TV swasta yang secara tidak langsung mengatakan kalau Rohis (Kerohanian Islam) di sekolah-sekolah umum merupakan tempat perekrutan teroris-teroris muda. Astaghfirullah..sungguh fitnah yang sangat menyinggung kalangan aktivis rohis, baik yang masih bergelut di dunia rohis maupun yang sudah menjadi "alumni" rohis.
Sebenarnya, saya sangat prihatin dengan kondisi sekarang. Para orang tua sangat khawatir bila anak-anak mereka aktif di kegiatan Islam. Kalau dulu sebelum marak-maraknya teroris, mereka takut jika anaknya ikut ke dalam aliran-aliran keagamaan yang sesat. Namun, setelah heboh masalah teroris, kenapa yang menjadi sasaran ke-buruksangka-an mereka adalah para anak-anak rohis.
Inilah keanehan yang cukup mengusik hati saya, ada apa dengan orang tua sekarang? Bukankah mereka berharap anak-anaknya sholeh dan sholeha?
Tetapi kenapa..
Mereka lebih merasa tenang saat anak-anak mereka izin keluar untuk pergi ke acara ulang tahun di Mall bersama teman-temannya, daripada pergi ke acara majelis taklim di masjid.
Mereka lebih merasa tenang, jika anak-anak mereka pergi berdua-duaan dengan lawan jenis (read:pacar) daripada pergi bersama dengan temannya yang berjilbab maksimal atau yang berjenggot tipis dan celana gantung.
Mereka lebih senang memberikan uang mereka jika anaknya meminta untuk keperluan les/kursus musik atau tari, daripada memberikan uangnya saat anak-anak mereka meminta untuk membantu acara keislaman yang akan diselenggarakan oleh kegiatan kerohanian Islam anak-anak mereka.
Mereka lebih bangga jika anak-anaknya menjuarai lomba band atau boy/girlband, daripada saat anak mereka bisa baca Al-quran atau bahkan menghafal Al-Quran.
Mereka juga lebih suka melihat anak-anak mereka memakai baju dengan tangan dan kaki terbuka, daripada saat anak-anak mereka mengenakan pakaian tertutup rapat.
Naudzubillah, sungguh pasti ada yang salah. Harus mulai dari mana dan dari siapa untuk merunut sumber kesalahan ini?
*sekadar tulisan evaluasi untuk diri agar bisa bersiap untuk menjadi orang tua yang menjadikan Allah sebagai tujuan, Rasulullah sebagai panutan, Al-Quran sebagai pedoman...insyaAllah..aaamiin Ya Rabb..
Senin, 10 September 2012
Home Sick lagi..Lagi-lagi Home Sick
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Sudah memasuki bulan ke-4, saya merantau di kota orang. Satu penyakit saya yang masih sulit untuk dihilangkan saat merantau seperti ini adalah "Home Sick". Penyakit ini timbul secara tiba-tiba, tidak menunggu musim hujan atau kemarau, pagi, siang atau malam..tiba-tiba saja muncul rasa rindu yang sangat dengan keluarga, teman-teman yang nun jauh disana. Kalau sudah terjangkit virus ini, apa yang harus dilakukan??Yah, sekedar ingin berbagi tips dengan anak rantau yang baru merantau lainnya,seperti saya, jika tiba-tiba tanda dan gejala Home Sick mulai terdeteksi.
1. Telepon orang-orang yang kamu kangen
Seringkali hanya dengan mendengar suara orang-orang terdekat kita, baik itu ibu, ayah, abang, adik, ayuk ataupun teman sudah bisa sedikit mengobati home sick yang ada. Untuk mencoba tips yang satu ini, pastikan kita punya pulsa yang cukup, atau bisa juga menggunakan paket-paket bonus telepon yang banyak ditawarkan oleh operator seluler. Jika provider kita berbeda, tips selanjutnya yakni pinjem dengan teman..*hehe..boleh dicoba, tapi jangan keseringan y...:p
2. Buka folder foto-foto orang yang kamu kangen
Melihat foto-foto orang yang kita rindu, sedikit banyak juga bisa mengobati rasa rindu. Kali ini, syaratnya kita harus menyimpan foto-foto mereka, kalo gk ada apa yang mau dilihat..*hehe..
3. Lakukan aktivitas positif yang bisa mengalihkan pikiran kita
Antara lain, seperti nulis blog ini..tulis apa saja yang bisa buat kita sedikit lupa kalo kita sedang home sick.. Atau bisa juga blog walking, jika kebetulan kita tidak punya ide sama sekali mau nulis apa. Alternatif lainnya, browsing ke situs-situs yang bisa membuat kita semangat.
4. Mengobrol dengan teman-teman sekost
Ini juga salah satu terapi yang efektif, dengan mengbrol sambil bercanda dan tertawa dengan teman-teman yang juga senasib dengan kita, cukup bisa membuat kita lupa tentang home sick.
5. The last but not the least, DOA
Jangan lupa untuk selalu berdoa sama Allah, agar selalu menjaga dan melindungi orang-orang yang kita sayangi. Karena rindu itu datangnya dari Allah, maka balikkan lagi kepada Yang Memberi Rindu.
Tetap Semangat..Keep Fighting...!!!
Sudah memasuki bulan ke-4, saya merantau di kota orang. Satu penyakit saya yang masih sulit untuk dihilangkan saat merantau seperti ini adalah "Home Sick". Penyakit ini timbul secara tiba-tiba, tidak menunggu musim hujan atau kemarau, pagi, siang atau malam..tiba-tiba saja muncul rasa rindu yang sangat dengan keluarga, teman-teman yang nun jauh disana. Kalau sudah terjangkit virus ini, apa yang harus dilakukan??Yah, sekedar ingin berbagi tips dengan anak rantau yang baru merantau lainnya,seperti saya, jika tiba-tiba tanda dan gejala Home Sick mulai terdeteksi.
1. Telepon orang-orang yang kamu kangen
Seringkali hanya dengan mendengar suara orang-orang terdekat kita, baik itu ibu, ayah, abang, adik, ayuk ataupun teman sudah bisa sedikit mengobati home sick yang ada. Untuk mencoba tips yang satu ini, pastikan kita punya pulsa yang cukup, atau bisa juga menggunakan paket-paket bonus telepon yang banyak ditawarkan oleh operator seluler. Jika provider kita berbeda, tips selanjutnya yakni pinjem dengan teman..*hehe..boleh dicoba, tapi jangan keseringan y...:p
2. Buka folder foto-foto orang yang kamu kangen
Melihat foto-foto orang yang kita rindu, sedikit banyak juga bisa mengobati rasa rindu. Kali ini, syaratnya kita harus menyimpan foto-foto mereka, kalo gk ada apa yang mau dilihat..*hehe..
3. Lakukan aktivitas positif yang bisa mengalihkan pikiran kita
Antara lain, seperti nulis blog ini..tulis apa saja yang bisa buat kita sedikit lupa kalo kita sedang home sick.. Atau bisa juga blog walking, jika kebetulan kita tidak punya ide sama sekali mau nulis apa. Alternatif lainnya, browsing ke situs-situs yang bisa membuat kita semangat.
4. Mengobrol dengan teman-teman sekost
Ini juga salah satu terapi yang efektif, dengan mengbrol sambil bercanda dan tertawa dengan teman-teman yang juga senasib dengan kita, cukup bisa membuat kita lupa tentang home sick.
5. The last but not the least, DOA
Jangan lupa untuk selalu berdoa sama Allah, agar selalu menjaga dan melindungi orang-orang yang kita sayangi. Karena rindu itu datangnya dari Allah, maka balikkan lagi kepada Yang Memberi Rindu.
Tetap Semangat..Keep Fighting...!!!
| Walimatul 'ursy Bang Bayu n Yuk Puput..*miss them so much.. |
Langganan:
Postingan (Atom)
